HAL – HAL YANG MERUSAK IMAN (Syirik)

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S An-Nisa 4: 48)

LANDASAN HUKUM (AL-Quran & Hadits)
Akidah (kepercayaan) seseorang muslim yang murni berarti ia mampu memelihara ketunggalan-keyakinan-kepercayaan hanya kepada Allah SWT sesuai dengan petunjuk hanya kepada Allah SWT sesuai dengan petunjuk agama. Syirik dalam pengertian yang umum sering disebut dengan makna menyekutukan Tuhan dengan yang lain. Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

13. dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Q.S Luqman 31 : 13)

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

17. Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan[277], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[277] Maksudnya Ialah: 1. orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu. 2. orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak. 3. orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu. (Q.S An-Nisa 4 : 17)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

217. mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah[134]. dan berbuat fitnah[135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Q.S Al-Baqarah 2 : 217)

[134] Jika kita ikuti Pendapat Ar Razy, Maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah.” Pendapat Ar Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.
[135] Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan muslimin.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam”, Padahal Al masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Q.S Al-Maidah 5 : 72)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S An-Nisa 4: 48)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Q.S An-Nisa 4 :116)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

65. dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi. (Q.S Az-Zumar 39 : 65)

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

82. orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S Al-Anam 6 : 82)
Hadits:
Siapa yang mati sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga, pasti ia masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti masuk neraka. (H.R Muslim)
Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa. (H.R Ibnu Majah)
Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, berarti telah menyekutukan Allah (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim)
Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Mereka (para Sahabat) bertanya : Apakah syirik kecil itu,ya Rasulullah?. Beliau menjawab : Riya` (HR. Imam Ahmad,dishahihkan Al-Albani).

ASBABUN NUZUL
(Q.S Al-Baqarah 2 : 217) Menurut suatu riwayat, Rasulullah saw. mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Abdullah bin Jahsy. Mereka berpapasan dan bertempur dengan pasukan musuh yang dipimpin oleh ibnul Hadlrami, dan terbunuhlah kepala pasukan musuh. Sebenarnya pada waktu itu tidak jelas bagi pasukan Abdullah bin Jahsy, apakah termasuk bulan Rajab, Jumadil awwal, atau Jumadil akhir. Kaum musyrikin mengehembus-hembuskan berita bahwa kaum muslimin berperang pada bulan Haram. Maka Allah turunkan ayat tersebut diatas. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, at-Thabrani dalam kitab al-Kabir, al-Baihaqi dalam sunannya yang bersumber dari Jundub bin Abdillah.
(Q.S An-Nisa 4: 48) Dalam suatu riwayat diekmukakan bahwa seorang laki-laki menghadap kepada Rasulullah saw dan berkata: Keponakan saya tidak mau meninggalkan perbuatan haram. Nabi bersabda: Apa agamanya? ia menjawab: ia suka shalat dan bertauhid kepada Allah. Bersabdalah Nabi: Suruhlah ia meninggalkan agamanya atau belilah agamanya! Orang tersebut melaksanakan perintah Rasul tetapi keponakan itu menolak tawarannya, dan ia kembali kepada Nabi saw dan berkata: Saya dapati daia sangat saying akan agamanya,. Maka turunlah ayat tersebut di a atas sebagai penjelasan bahwa Allah akan mengampuni segala dosa orang yang dikehendakiNya (kecuali syirik). Diriwayatkan oleh Ibnu ABi Hatim dan at-Thabrani yang bersumber dari Abi Ishaq al-Anshari.
(Q.S Az-Zumar 39 : 65) Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin berkata: Apakah engkau menganggap bahwa nenek moyangku termasuk orang sesat, hai Muhammad?. Ayat ini turun sebagai jawaban terhadap pertanyaan mereka yang menegaskan bahwa sebelum Nabi Muhammad telah diturunkan wahyu kepada Nabi sebelumnya yang harus ditaati dan bagi yang musyrik akan rugi selama-lamanya. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalail yang bersumber dari al-Hasan al-Bishri.
(Q.S Al-Anam 6 : 82) Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa sorang musyrik menyerang seorang muslim dan membunuhnya, kemudian menyerang muslim lainnya dan membunuhnya pula, lalu menyerang yang lainnya lagi serta membunuhnya pula, kemudian ia bertanya kepada Nabi saw: Apakah diterima islamnya setelah perbuatannya tadi? Rasulullah saw menjawab : Ya. Kemudian ia memukul kudanya dan menyerbu fihak musuh islam serta membunuh beberapa orang, kemudian ia sendiri terbunuh. Menurut Bakr bin Sawadah para sahabat menganggap ayat ini turun, berkenaan dengan peristiwa orang itu yang menegaskan bahwa iman seseorang yang tidak dicampuri syirik dijamin keamanannya oleh Allah swt. diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ubaidillah bin Zuhr yang bersumber dari Bakr bin Sawadah.

LANDASAN TEORI
Mempersekutukan Allah berarti munculnya kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap mampu melakukan sesuatu sebagaimana sifat-sifat atau perbuatan Tuhan terhadap manusia, makhluk, atau alam. Padahal Allah tidak ada keserupaanNya, tidak ada yang menandingiNya, satu-satunya yang Maha Kuasa.
Mempercayai mitos berarti merusak kemurnian akidah karena isi (substantif) kepercayaan telah terisi dengan yang lain/tercampur. Islam sangat menentang kepercayaan tersebut. Para ulama membagi syirik dalam dua kategori, pertama syirik jali dan kedua syirik khafi. Pengertian syirik jali adalah suatu tindakan atau sikap seseorang menyarikatkan/menduakan kekuasaan, kekuatan atau pemberi selamat/mudarat kepada selain Allah swt. Seperti mempercayai mitos-mitos, percaya takhayul, khurafat. Sedangkan syirik khafi pada seseorang adalah dengan munculnya kekuatan diri merasa besar, agung, terhormat, sehingga keagaungan, kebesaran Allah menjadi terabaikan atau terlupakan/tertutupi. Contohnya seperti riya, takabur, sumah dan ujub. Syirik adalah kebalikan dari Tauhid, dan terbagi juga kepada tiga macam:
syirik dalam rububiyyah yaitu meyakini bahwa disamping Allah juga ada yang dapat mengatur atau menentukan sesuatu kejadian atau nasib seseorang. Contoh seperti Firaun yang mengaku tuhan dan dapat mengatur serta menentukan sesuatu, kemudian seperti Raja Namrud pada masa Nabi Ibrahim, berbuat sihir dll.
syirik dalam uluhiyyah yaitu menyekutukan pengabdian kepada Allah, seperti memohon keselamatan atau pertolongan kepada selain Allah dalam hal-hal yang di luar kemampuan manusia. Contoh seperti meminta pertolongan kepada yang telah meninggal, mendatangi dukun, berdoa di pohon pohon yang dikatakan keramat dll.
syirik dalam dzat dan asma (dzat dan nama-nama) ; yaitu menyekutukan Allah dengan yang lainnya, seperti keyakinan orang Nashrani bahwa isa itu anak Allah atau paham trinitasnya, atau keyakinan Yahudi bahwa Uzair itu anak Allah.
Pendapat yang lain, syirik itu ada tiga bagian:
1. syirik akbar (syirik besar)
2. syirik ashgar (syirik kecil)
3. syirik khafi (syirik tersembunyi)
Dosa syirik tidak dapat diampuni, terkecuali bila ia meninggalkan sikap-sikap atau segala tindakan yang menganduk syirik dalam kehidupan sehari-harinya. Tetapi jika ia masih saja percaya terhadap sesuatu selain Allah maka syiriknya tidak terampuni sebagaiman yang telah disebutkan sebelumnya. Tetapi bila ia mau bertaubat, meninggalkan perbuatan syiriknya lantaran ia sebelumnya tidak mengerti apa-apa sehingga terjerumus ke lembah syirik, Allah swt.
Terhadap mereka yang tidak bertaubat, sekalipun mereka banyak melakukan ibadah dalam setiap harinya, maka ibadah dan segala amal kebaikannya akan sia-sia karena aqidah merupakan sendi agama. Perbuatan syirik tersebut telah menghancurkan bangunan aqidah yang ada pada dirinya, ibarat jasad tanpa ada ruhnya. Pada hakikatnya ia seperti murtad/penentang agama.
Sebesar-besarnya perkara yang menjadikan seorang murtad adalah syirik dalam beribadah kepada Allah swt. yaitu dia beribadah kepada Allah juga beribadah kepada Allah juga beribadah kepada selainNya. Seperti menyembelih untuk selain Allah, nadzar untuk selain Allah, sujud kepad selain Allah, meminta pertolongan kepada selain Allah dalam perkara yang tidak mampu melaksanakan melainkan hanya Allah. Ini adalah sebesar-besar jenis kemurtadan.
Maka kesyirikan adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya, yaitu seseorang beribadah kepada selain Allah dengan salah satu dari macam-macam ibadah, seperti doa, menyembelih, nadzar, istighotsah (minta diselamatkan perkara yang sulit dan membinasakan), istianah (memohon pertolongan) dalam perkara yang tidak mampu untuk melaksanakannya melainkan hanya Allah swt, berdoa kepada mayit, istighotsah kepada kuburan, meminta pertolongan kepada orang yang telah mati. Ini adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya dan paling besar, mayoritas orang yang mengaku islam telah terjatuh padanya, menyembelih untuknya, bernadzar dan mendekatkan diri padanya.
Seolah-olah kamu menganggap bahwa Allah swt. tidak mengilmui dan mengetahui, demikianlah setan dari kalangan jin dan manusia menghiasi untuk mereka dalam keadaan mereka mengaku islam, bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan hanya Allah, mereka mencampuri amalan-amalan mereka dengan syirik besar maka mereka keluar dari agama islam dalam keadaan mereka shalat, puasa dan haji, orang yang melihat mereka menyangka bahwa mereka muslimin. Ini menunjukkan bahwa syirik adalah dosa yang paling besar, dimana Allah tidak akan mengampuni pelakunya, melainkan apabila dia mau bertaubat kepadaNya.

HIKMAH
Hendaknya manusia sadar, bahwa dirinya diciptakan langsung oleh Allah. Adam, manusia pertama diciptakan Allah langsung dari tanah, sedangkan keturunannya dicipatakan dari saripati yang berasal dari tanah. Allah lah yang menciptakan mati dan hidup. Setiap diri manusia pasti akan merasakan mati. Manusia hendaknya sadar, bahwa akhirnya akan kembali kepada Allah dan harus mempertanggung jawabkan diri di hadapannya, beruntunglah orang yang dijatuhkan dari neraka dan dimasukkan ke surgaNya.
Begitu banyak bukti-bukti kekuasaan Allah, sementara mereka yang disembah selain Allah, tidak memiliki apa-apa walau setipis kulit arid an jika mereka diseur mereka tidak akan menjawab apa-apa. Manusia seluruhnya menyadari, bahwa Allah lah yang menciptakan segala sesuatu, menciptakan bumi dan langit, bulan dan bintang, gunung dan lautan, hewan dan tumbuh-tumbuhan, manusia dengan segala kebutuhan hidupnya. Tiada yang mampu menciptakan semua itu kecuali Allah, manusia bagaimanapun tinggi ilmu pengetahuan dan teknologinya, tidak akan mampu menciptakan walau yang paling kecil sekalipun, seperti nyamuk, semut atau bakkteri.
Yakini dan sadarilah bahwa Allah itu berhak untuk diibadahi atau disembah oleh seluruh makhlukNya. Meyakini dan menyadari bahwa hanya Allah yang wajib disembah, yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Mengesakan Allah dalam segala bentuk pengabdian and penyerahan diri, seperti berdoa, nadzar, sembelihan atau pengorbanan, rasa harap dan takut, tawakal dan penyerahan diri, semuanya hanya kepada Allah. Rasa yakin dan kesadaran itulah, yang dapat melindungi kita dari segala perbuatan syirik.
Yang dimaksud dengan ibadah ialah mengikhlaskan pengabdian diri kepada Allah dengan cara mengikuti petunjuk RasulNya. Menurut definisi yang lainnya, ibadah itu adalah segala bentuk aktivitas, baik yang lahir atau batin, yang menyebabkan diri dicintai Allah dan mendapatkan ridhaNya.

Wallahu’alam.
DAFTAR PUSTAKA

Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran. K.H.Q Shaleh; H.A.A Dahlan. Prof. DR. H.M.D Dahlan. CV. Diponogoro. Bandung. 1993
Ensiklopedia Pengetahuan Al-Quran & Hadits. Tim Baitu Kilmah. Kamil Pustaka. Jakarta. 2013
Pokok-Pokok Ilmu Tauhid- Jilid Kedua. A. Zakaria. Ibnazka Press. Garut. Juli 2008

https://muslim.or.id/24316-tujuh-perbedaan-syirik-besar-dan-syirik-kecil.html


 

Komentar