HAL-HAL YANG MERUSAK IMAN (KHIANAT)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S Al-Anfal 8 : 27)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S Al-Anfal 8 : 27)

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya dari prasangkaan itu merupakan dosa.. (Q.S Al-Hujurat 49 : 12)

“Sungguh, orang-orang yang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seprang penolong pun bagi mereka.” (QS An-Nisa 4: 145).

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S An-Nisa 4: 48)

22. tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Q.S Al-Hadid 57: 22)

Dr. Yusuf al-Qardawi mengatkan, “Ghibah adalah keinginan untuk menghancurkan orang, keinginan menodai harga diri, kehormtan, kemuliaan orang lain, sedangkan mereka tidak ada di hadapannya,hal ini menunjukan kelicikannya, sebab sama dengan menusuk dari belakang serta pengumpatan ini berarti melawan orang yang tidak berdaya”.

“Sesungguhnya kepada kamilah kembali mereka kemudian sesungguhnya, kewajiban kamilah menghisab mereka. (Q.S Al-Ghasyiyah 88: 25-26)

(Dia adalah Tuhan) Yang Maha mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasulullah yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan dibelakangnya. (Q.S Al-Jin 72: 26-27)

Tujuan pokok dan utama dari dibangkitkannya rasul-rasul itu oleh Allah swt ialah untuk mengajak ummatnya hanya beribadah kepada Allah swt serta menegakkan agamaNya.

“Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukkan bagi kaumnya sendiri (khusus). Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan nafkahkanlah sebagaian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka, orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Q.S Al-Hadid 57: 7)

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS. Al-Baqarah: 4)

REKAMAN
Ekonomi Islam
Ust. Dudi Muttaqien